Saya lahir di kota yang menjunjung tinggi perempuan
, dimana garis keturunannya mengikuti ibu atau disebut matrilinial. Tapi itu tidak bertarti bahwa perempuan adalah segala-galanya. Tidak berarti juga bahwa perempuan berhak melakukan apa saja atau beremansipasi lebih tinggi dibanding kota-kota lainnya. Tidak! Justru sebaliknya di sinilah seorang Datuk Maringgih berasal, yang mampu memperistri siapa saja perempuan dengan kekayaannya. Di salah satu daerah inilah dimana adat mengatur bahwa perempuan lah yang harus melamar lelaki untuk dijadikan suami dan dibeli dengan harga yang disepakati. Di sini, Teori Ekonomi Permintaan dan Penawaran bisa saja berlaku untuk menentukan harga seorang suami.

Sekarang zaman sudah modern, zaman yang sudah tidak mau mengikuti perjodohan ala Siti Nurbaya dan Datuk Maringgih. Zaman yang sudah mengangkat harkat dan martabat perempuan jauh lebih baik yang tidak saja harus bekerja dalam rumah tangga, tapi sudah boleh mendunia sepanjang kemampuannya. Sehingga sekarang perempuan menjadi luar biasa.

Perempuan sudah boleh memimpin, sudah bisa memandu. Perempuan sudah boleh berperan, bermain dalam sebuah film, sehingga boleh ditelanjangi, boleh disiksa dan dihajar di layar kaca. Perempuan juga bisa bermain komedi, melawak, diejek dan dilecehkan. Jelasnya, dengan emansipasi ini, tidak semua hal terlihat baik, dan hal buruk pun bisa saja terjadi.

Dari zaman ke zaman, teknologi semakin canggih, manusia semakin pintar, jumlah laki-laki semakin menyusut dan sebaliknya perempuan semakin mendominasi (dalam kuantitas tentunya). Dan betulkah menjadi wajar jika seorang perempuan mendapatkan seorang suami berstatus duda, atau menjadi istri kedua, atau menjadi perawan tua? Hanya karena kuantitas bukan kualitas? Sepertinya zaman kembali pada kisah-kisah Siti Nurbaya yang dipaksa kawin dengan Datuk Maringgih. Namun abad ini, Siti-siti Nurbaya bukan dipaksa, melainkan terpaksa dan bahkan ada yang memaksakan diri untuk menikahi Datuk Maringgih. Apakah ini sebuah pilihan ketimbang menjadi perawan tua? Apa tidak ada pilihan lain untuk perempuan? Jadi apa kodrat terbaik perempuan?

READ  Kisah Kasihku dengan Hosting Bluehost - 1.

Perempuan seperti dalam kerangkeng yang dibatasi oleh norma-norma. Silahkan menjadi apa saja, sepanjang Anda sebagai perempuan berada dalam kerangkeng tersebut. Ketika Anda keluar dari kerangkeng itu, dan keluar dari batas-batas norma, maka tidak ada yang dapat menyelamatkan Anda. Anda akan disiksa, dijarah, diperkosa, dihina dan dilecehkan sebagai seorang perempuan. Sungguh kejam sekali dunia, lantas apa yang dapat saya lakukan sebagai perempuan?

Perempuan memiliki banyak sekali kelebihan, dan kelebihan-kelebihan itulah yang harus kita ketahui terlebih dahulu. Seperti seseorang yang menyadari keberadaannya di suatu tempat, maka dia dapat mengarahkan dirinya untuk mencapai tujuan nya. Tanyakanlah: mengapa saya ada di sini? Untuk apa saya ada di sini? Dengan siapa saja saya di sini? Siapa yang membawa saya ke sini? Apa peraturan di daerah ini? Apa yang dapat saya lakukan di sini? Lantas apa keuntungan buat saya dengan begini?

Saya pernah membaca sebuah tulisan yang merangkum empat puluh keistimewaan seorang perempuan dari sisi umat Islam menurut kitab suci Alquran. Diantaranya adalah; Apabila seorang perempuan melahirkan anak, keluarlah dia dari dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkannya. Wanita yang bersalin akan mendapat pahala 70 tahun solat dan puasa dan setiap kesakitan pada satu uratnya Allah mengaruniakan satu pahala haji. Sekiranya wanita mati dalam masa 40 hari selepas bersalin, dia akan 
dikira sebagai mati syahid. Dengan begitu banyak keistimewaan maka saya merasa yakin menjadi seorang perempuan adalah istimewa.

Selain itu tentunya, semua kelebihan fisik yang dimiliki perempuan menyimbolkan keindahan, kebaikan dan ketulusan. Semua kelebihan tersebut diwakili sebuah kata ‘kecantikan’. Perempuan yang diminati adalah perempuan yang cantik. Cantik secara fisik begitu juga cantik lahiriah. Semua perempuan berlomba-lomba untuk menjadi cantik. Saya juga pernah membaca sebuah topik perempuan di majalah elektronik ‘apakah cantik saja cukup untuk membuat gairah pria ‘on’ ? Ternyata tidak teman.’ Dengan membaca judul topik tersebut, pasti ada kaum hawa yang ingin tahu apa gerangan rahasianya dan mencari tahu jawabannya. Dan kurang lebih jawabannya adalah sebagai berikut; Pria dapat bergairah pada perempuan yang berbibir penuh, atau suka bicara jorok, atau mengenakan dalaman ‘mengintip’ dan juga lidah bertindik. Wah, (maaf) kedengarannya tidak bagus untuk perempuan baik-baik ya. Dan jangan lupa, saya ingin menyisipkan jawaban sekaligus pertanyaan ‘apakah saya yang belum menikah ini perlu membuat seorang pria bergairah dengan cara melecehkan diri sendiri?’, mari berfikir demi Harkat Perempuan.

READ  Mencoba Untuk Tidak Mengeluh

 

semoga bermanfaat

 

– Caprivhia

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *