Minggu lalu saya ke Malaysia untuk pertama kali, saya ingin berbagi cerita di sini sedikit. Sebenarnya tulisan mengenai BALI TRIP aja belum kelar, habis sibuk melulu… kejar ini itu.

Tujuan saya ke Malaysia tanggal 10 Januari kemaren cuma mengantar suami yang hendak pulang ke Belanda, dan rencana itupun mendadak karena suami saya terlambat menelpon airlines-nya untuk rebook ticket. harusnya dia sendiri yang berangkat tanggal 14 Januari ke Malaysia karena tiket ke Belanda sudah fix tanggal 14 di hari yang sama, sedangkan tiket yang masih belum di rebook tertanggal 10 Januari (Tiket ini dipesan suami 4 bulan sebelumnya untuk pengajuan visa ke Indonesia, dimana pelamar visa harus menunjukkan tiket “keluar” dari Indonesia sebagai dokumen pengajuan visa). Suami saya menelpon Airasia 2 hari sebelum. Menurut peraturan airlines Malaysia ini, tiket sudah tidak bisa di rebook 48 jam atau 2 hari sebelum tanggal keberangkatan. Akhirnya berubahlah rencana kita, yang tadinya mau membeli tiket baru lagi buat tanggal 14 Januari atas nama suami, jadinya membeli tiket tambahan tanggal 10 untuk saya.

Sebenarnya banyak hal dengan pewasat Airasia yang saya lalui, yang bikin kesal, ribet, dsb. Tapi singkat saja, dari pengalaman perjalanan saya Padang-Malaysia, saya simpulkan saja sbb;

1. Tiket Airasia tidak bisa direbook 48 jam sebelum tanggal keberangkatan.

2. Pembelian tiket dalam waktu 48 jam sudah tidak dilayani melalui agen, harus langsung membeli lewat online dengan kartu kredit atau langsung beli ke Bandara. (biaya dengan online 54rb, sedangkan biaya di bandara 60rb)

3. Harga tiket Airasia yang tertera harus ditambah biaya lain sekitar 150 ribu dari base price yang ada di internet (service and fuel charges).  Tidak termasuk paket bagasi dan airport tax lgs dr Malaysia.

READ  Sesuatu yang Tidak Pernah Ku Duga Tentang Malaysia – (cerita 1)

4. Bagasi bisa dipesan langsung per paket saat pemesanan tiket baik online, di bandara ataupun lewat agen. Kalau tidak, bisa kena charge extra per kilo 155rb atau bayar per paket minimal 0-15 kg sebesar 315 ribu pada saat checkin di bandara, sementara kalau dibeli online atau saat pembelian tiket hanya 120 ribu (Harga ini untuk tujuan ke Malaysia, tujuan negara lain berbeda-beda)

5. Jika tidak membawa bagasi, berarti Anda hanya diijinkan membawa 1 tas ke atas pesawat seberat maksimal 7 kg dengan tas yang berukuran panjang maks 60cm. dikira-kira aja sendiri yang sesuai ukurannya dengan 7 kg. Apabila Anda berangkat bersama keluarga, tas yang dibawa ke atas pesawat (cabin) tetap tidak lebih dari ukuran tersebut. Pengalaman saya, ada salah satu penumpang dengan 2 anak membawa tas besar, akhirnya dipermasalahkan, dan beliau terpaksa mengeluarkan segala baju dari tas besar tsb untuk dipindah ke tas yang lebih kecil (tas plastik). Dan lucunya lagi, setelah melewati gerbang boarding, beliau kembali memasukkan isi pakaiannya ke dalam tas yang besar tadi. Jadi Airasia, tetep kekeh dengan prinsip ukurannya. Mending bawa tas masing-masing ke cabin pesawat, daripada satu tas besar untuk satu keluarga digabung jadi 1. Jadi ribet nanti.

6. Check in bisa dilakukan melalui mesin checkin sendiri, nggak perlu antri di counter check in line. Jika Anda datang lebih dulu, silahkan checkin saja langsung. Apabila Anda tidak membawa bagasi, Anda bisa langsung menuju ke boarding gate, karena pada saat checkin di mesin tsb, Anda sudah langsung mendapat nomor bangku (seat).

Sekian dulu untuk posting ini, mengenai kisah di Malaysia-nya akan saya tulis lagi nanti.

READ  Cara mendapatkan unlimited LIKES Facebook Page dan unlimited FOLLOWERS Twitter

Semoga bermanfaat.

 

Caprivhia

ini foto lagi menyeringai, karena panas terik dan udara yang lembab. cuaca yang aneh… 😛

 trip malaysia

 

 

tags: pengalaman dengan Airasia, Airasia, pesawat Airasia, trip ke Malaysia, jalan-jalan ke Malaysia, tips jjs Malaysia, tips naik airasia

Facebook Comments

3 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *