Anda tentunya tahu dodol bukan? Dodol adalah makanan khas Jakarta yang selalu dijadikan oleh-oleh para pelancong yang pulang dari Jakarta. Itu terjadi beberapa tahun yang lalu, sebelum orang-orang membawa pulang Dunkin Donat atau Roti Boy yang bisa saja di beli di bandara dengan value yang dianggap lebih berkelas dari sekedar dodol. Lambat laun dodol menjadi semakin tertinggal dan sudah tidak menarik lagi. dodolgarut

Pengusaha dodol tentunya tidak bisa menerima begitu saja penurunan penjualan dan ancaman kepunahan dodol di muka bumi ini. Akhirnya dodol pun masuk ke supermarket Jakarta, dan bahkan di luar Jakarta. dengan demikian ‘sang dodol’ bisa di dapatkan oleh siapa saja di luar Jakarta tanpa harus ke Jakarta atau menunggu oleh-oleh dari sang pelancong yang pulang dari ibukota. Dengan demikian pun, pangsa pasar dodol masih bisa diselamatkan atau bahkan dilestarikan. 

Tahukan Anda kapan waktu yang tepat untuk memakan dodol? Sarapan tidak! Makan siang apalagi. Makan malam no way! Cemilan? Snack? Pikir-pikir dulu. Saya merasa dodol tidak cocok untuk kapanpun. Di makan sebiji aja rasanya sudah mengenyangkan. Dimakan banyak membosankan. Apalagi kalo dibeli di supermarket curah agak sekilo. Kira-kira kapan bakal habis dimakan ya? Pikir-pikir akhirnya tidak jadi beli. Bahkan tidak pernah membeli dalam kurun waktu 15 tahun ini. Walaupun harga dodol sebiji jatuhnya 500-1000 perak! Sebagai konsumen, saya tidak memiliki antusias untuk membeli itu sama sekali.

Namun hari ini saya membeli dodol. Dodol yang saya beli bukan packingan oleh-oleh pabrikan. Tetapi dodol curah yang ada di supermarket yang berada di meja kasir. Dodol curah ini memiliki label harga, dan dilengkapi dengan label kadaluarsa. Ternyata dodol bisa bertahan hingga 4 bulan sejak tanggal packing. Saya pun baru menyadari. Apakah saya tahu itu sebelumnya? Tidak. Apa konsumen lain tahu kalau makanan ini bisa bertahan hingga 4 bulan? 

Buat saya ini adalah salah satu trik marketing yang jitu. Jarang sekali makanan curah dipacking dan dipajang di meja kasir. Dimana Anda memberi tahu pelanggan dengan cara tersirat “ini loh dodol, masa nggak mau beli? Bisa tahan 4 bulan loh, lagian harganya cuma 500 perak!” done!! Akhirnya dodol pun dijangkau konsumen dan masuk ke keranjang pembayaran. 

Sebagai saran marketing yang saya pelajari dari dodol hari ini; Anda bisa memberi label masa kadaluarsa setiap makanan curah yang Anda jual bersamaan dengan label harga yang terpajang, sehingga konsumen mendapat pengetahuan dan bisa mengurangi kekhawatiran akan makanan yang segera kadaluarsa setelah di beli. 

Kedua, Anda juga bisa membuat sampel packing kecil sebagai perkiraan berapa yang akan konsumen bayar untuk 1 ons makanan, dan berapa biji sih 100 gram itu kira-kira.

Ketiga, selain diskon yang sudah umum di mata konsumen, mungkin trik menjajal makanan curah siap packing dengan label harga yang disusun rapi di sepanjang meja kasir adalah sebuah trik baru. Sebaiknya Anda benar-benar perlu membuat meja kasir yang lebih panjang, sepanjang 4-5 antrian konsumen yang ditujukan khusus untuk memajang makanan curah siap angkat. 

Sekian, semoga trik ini bermanfaat!

– Caprivhia

Facebook Comments
READ  Hati wanita itu tidak lemah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *